CalmGrid CalmGrid
a close up of a person holding their hands together

Kesemutan dan Mati Rasa Akibat Migrain

Mengapa migrain menyebabkan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum dan kapan harus ditanggapi dengan serius.

Photo by roger vaughan on Unsplash

Fakta Singkat

  • Aura sensorik memengaruhi 30-50% orang yang mengalami migrain dengan aura
  • Pergerakan kesemutan dari tangan ke lengan ke wajah mencerminkan cortical spreading depression di otak
  • Timbulnya secara bertahap selama beberapa menit membedakan kesemutan migrain dari mati rasa tiba-tiba terkait stroke
  • Aura sensorik biasanya hilang dalam waktu 60 menit

Seperti Apa Rasanya

Kesemutan dan mati rasa selama migrain biasanya dimulai di satu tangan, seringkali di jari, dan perlahan menjalar ke lengan selama beberapa menit. Kemudian dapat berpindah ke wajah, memengaruhi bibir, lidah, atau satu sisi wajah. Beberapa orang menggambarkannya sebagai sensasi ditusuk-tusuk jarum, sementara yang lain merasakan mati rasa yang menjalar dan untuk sementara waktu menumpulkan indra peraba mereka.

Sensasi ini biasanya berpindah secara bertahap, membutuhkan waktu 20-60 menit untuk menyelesaikan perjalanannya. Pergerakan lambat ini adalah ciri khas yang membedakan kesemutan terkait migrain dari timbulnya mati rasa secara tiba-tiba yang dapat menandakan stroke. Area yang terkena mungkin terasa kaku atau berat, dan tugas-tugas motorik halus seperti mengancingkan kemeja atau mengetik dapat menjadi sulit sampai sensasi itu hilang.

Penyebabnya: Aura Sensorik

Kesemutan dan mati rasa selama migrain adalah bentuk aura sensorik, jenis aura kedua yang paling umum setelah gangguan visual. Hal ini disebabkan oleh cortical spreading depression yang sama yang menghasilkan aura visual, tetapi dalam kasus ini gelombang aktivitas listrik bergerak melintasi korteks somatosensori, wilayah otak yang memproses sentuhan dan sensasi tubuh.

Saat gelombang eksitasi melewati korteks somatosensori, ia mengaktifkan neuron yang sesuai dengan bagian tubuh tertentu. Inilah sebabnya mengapa kesemutan mengikuti pola pergerakan yang dapat diprediksi, bergerak dari tangan ke lengan ke wajah saat gelombang melintasi peta tubuh otak. Penekanan yang mengikuti gelombang menghasilkan mati rasa. Perkembangan bertahap mencerminkan kecepatan fisik cortical spreading depression di permukaan otak.

Seberapa Umumkah Ini?

Aura sensorik memengaruhi sekitar 30-50% orang yang mengalami migrain dengan aura. Karena sekitar 25-30% dari semua penderita migrain mengalami aura, ini berarti sekitar 8-15% dari semua pasien migrain akan mengalami kesemutan atau mati rasa pada suatu saat. Banyak orang mengalaminya bersamaan dengan aura visual daripada secara terpisah.

Tangan dan wajah adalah area yang paling sering terkena, kemungkinan karena mereka menempati wilayah terbesar di korteks somatosensori. Keterlibatan kaki dan tungkai kurang umum tetapi tetap terjadi. Beberapa orang mengalami aura sensorik dengan setiap migrain, sementara yang lain hanya sesekali mengalaminya. Polanya dapat berubah sepanjang hidup, dengan gejala sensorik baru muncul atau yang sudah ada memudar.

Mengelola Kesemutan Selama Serangan

Aura sensorik biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu 60 menit dan tidak memerlukan perawatan khusus untuk kesemutannya sendiri. Tindakan yang lebih penting adalah menggunakan aura sebagai peringatan dini untuk mengobati sakit kepala migrain yang akan datang. Banyak dokter merekomendasikan untuk minum obat migrain akut pada tanda pertama aura.

Selama episode, yakinkan diri Anda bahwa sensasi itu bersifat sementara dan diharapkan jika ini adalah bagian dari pola yang Anda alami. Temukan posisi yang nyaman dan hindari aktivitas yang membutuhkan kontrol motorik halus sampai mati rasa hilang. Jika kesemutan menyebabkan kecemasan, latihan pernapasan lambat dapat membantu mengelola respons stres. Catat bagian tubuh mana yang terpengaruh, bagaimana sensasi itu berkembang, dan berapa lama berlangsungnya, karena informasi ini berharga bagi dokter Anda.

Kesemutan vs. Stroke: Perbedaan Penting

Kekhawatiran terbesar dengan kesemutan terkait migrain adalah membedakannya dari stroke. Ada perbedaan utama. Aura sensorik migrain berkembang secara bertahap selama beberapa menit dan bergerak dari satu area ke area berikutnya. Mati rasa terkait stroke biasanya muncul tiba-tiba dan memengaruhi seluruh sisi tubuh sekaligus.

Kesemutan migrain biasanya disertai dengan gejala aura lain yang diketahui dan mengikuti pola yang dapat diprediksi untuk individu tersebut. Gejala stroke sering disertai dengan kelemahan tiba-tiba, wajah terkulai, kesulitan berbicara, atau sakit kepala parah yang tiba-tiba tidak seperti pengalaman sebelumnya. Jika Anda mengalami mati rasa tiba-tiba yang tidak mengikuti pola aura Anda yang biasa, disertai dengan gejala baru seperti kelemahan atau masalah bicara, atau tidak hilang dalam waktu 60 menit, segera hubungi layanan darurat. Selalu lebih baik untuk berhati-hati.

Kapan Harus Berbicara dengan Dokter Anda

Laporkan setiap timbulnya kesemutan atau mati rasa yang baru kepada dokter Anda, bahkan jika Anda sudah memiliki diagnosis migrain. Dokter Anda akan ingin memastikan bahwa gejala-gejala ini konsisten dengan aura migrain daripada kondisi neurologis lainnya. Pencitraan otak mungkin direkomendasikan pertama kali aura sensorik terjadi.

Konsultasikan juga dengan dokter Anda jika pola aura sensorik Anda berubah, jika episode menjadi lebih sering, jika mati rasa berlanjut lebih dari 60 menit, atau jika Anda mengalami kelemahan pada anggota badan yang terkena. Migrain dengan aura, terutama ketika mencakup gejala sensorik, memiliki implikasi khusus untuk pilihan kontrasepsi dan risiko kardiovaskular yang harus didiskusikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Obat-obatan pencegahan seperti topiramate, valproate, atau suplementasi magnesium dapat mengurangi frekuensi episode aura.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah kesemutan migrain memengaruhi kaki dan tungkai saya?

Ya, meskipun kurang umum daripada keterlibatan tangan dan wajah. Kaki dan tungkai memiliki representasi yang lebih kecil di korteks somatosensori, membuatnya kurang mungkin terpengaruh oleh cortical spreading depression. Jika mati rasa kaki adalah gejala baru, laporkan ke dokter Anda untuk evaluasi.

Apakah migrain dengan aura sensorik lebih serius daripada migrain lainnya?

Migrain dengan aura, termasuk aura sensorik, dikaitkan dengan peningkatan risiko kardiovaskular yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan migrain tanpa aura. Ini terutama relevan bagi wanita yang menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen. Episode individu tidak berbahaya, tetapi polanya memerlukan diskusi tentang manajemen risiko dengan dokter Anda.

Bisakah kesemutan terjadi tanpa sakit kepala setelahnya?

Ya. Migrain asefalgi atau senyap dapat menghasilkan gejala aura, termasuk kesemutan dan mati rasa, tanpa sakit kepala berikutnya. Ini lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua. Jika Anda mengalami episode kesemutan bertahap yang terisolasi, tetap penting untuk mendapatkan evaluasi medis untuk mengonfirmasi diagnosis migrain.

Bagaimana saya tahu perbedaan antara kesemutan migrain dan serangan panik?

Kesemutan serangan panik cenderung memengaruhi kedua tangan dan area di sekitar mulut secara bersamaan, seringkali terkait dengan hiperventilasi. Aura sensorik migrain bergerak secara bertahap dari satu area ke area berikutnya selama beberapa menit dan biasanya memengaruhi satu sisi. Melacak pola dan waktu membantu membedakan keduanya.

Topik Terkait

Penafian Medis

Informasi ini hanya untuk tujuan pendidikan dan tidak dimaksudkan sebagai saran medis. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan yang berkualifikasi untuk diagnosis, pengobatan, dan panduan medis yang dipersonalisasi. Jangan gunakan konten ini untuk mendiagnosis diri sendiri atau menggantikan perawatan medis profesional.

Mulai Melacak Migrain Anda Hari Ini

CalmGrid membantu Anda mengidentifikasi pola, melacak pemicu, dan berbagi laporan dengan dokter Anda.

Unduh CalmGrid